Aku

Aku langit tak berawan.
Saat awan menutup semua bentukku..aku tetap dipanggil langit.
Aku rembulan gerhana..
Meski tak elok dipandang..tetap aq disebut bulan.
Aku bumi berarak.
Walau terpijak,angkuh kau enggan beranjak.
Aku senja.
Temaram diujung ufuk terusir malam dan berharap pagii segera datang.
Aku embun..
Harap cemas memohon matahari tak terbit lagi dan menyirnakanku.

Egoisku memelukmu dalam ktiadaan.
Angkuhku membatasimu tanpa penghalang.
Etosku merengkuh kasihmu tidak dalam kesetiaan.

Kau cemara…
Meliuk dibentangan caktrawalaku
Kau gerhana…
Membiaskan aura seriku.
Kau mentari
Dengan sinarmu meniadakanku.

Asamu menyejukan egoku.
Asamu menganyutkanku…
Asamu membunuhku dalam kesempurnaan.

Aku menunggumu diujung senja.
Aku mengharapmu disisi sampai ujung masa.
Aku…disini..bertompang dagu melihatmu sengaja menduakanku..
Sampai kapan aku menunggu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s