Lelaki dan Air Mata

” Ayolah bro…menangislah jika memang sesuatu itu pantas loe tangisi…”
obrolan terakhir saya terhadap sohib saya disebuah Instan Massage milik RIM..
bukan memprovokasi dia untuk cengeng….sumpah…meski saya terkenal paling jahil dan suka ngompor – ngomporin kalo ada temen yang sedang debat..
bukan pula saya sengaja menyuruh sohib saya yang sedang curhat untuk menangis kemudian menertawakan atau bahkan mengupload foto dia yang sedang menangis ke grup bbm saya..
bukan itu..saya hanya mencoba sedikit memberi jalan sohib saya untuk memberikan waktu kepada hatinya…sedikit berdamai dengan hati..
mungkin sama pandangan saya dengan sohib saya tentang Lelaki, Menagis dan banci
dimana persamaannya….?
iya…saya dan sohib saya sama – sama perpandangan ” lelaki yang menangis itu bukan banci “.
Lalu mengapa saya merekomendasikan sohib saya untuk menangis..?
Begini ceritanya….
Sohib saya yang satu ini terkenal unik…dia ceritanya punya pacar cewek ( inget CEWEK bukan Cowok ) meskipun tidak seorang pun tau pacarnya tersebut mengakui sohib saya sebagai pacarnya atau tidak, tetapi yang saya tau, Sohib saya ini selalu membanggakan diri bahwa Pacarnya adalah cewek tercantik buat sohib dia ( buka buat saya )..suatu hari pacarnya mulai berubah..tidak seperti hari – hari pertama sohib saya berkomunikasi dengan pacarnay itu…perubahannya drastis…entah karena bosen dengan sohib saya atau bahkan mau menunjukan diri bahwa pengakuan sohib saya itu salah…
Usut punya usut sohib saya mendapat SMS dari pacarnya tersebut yang isinya sebuah permintaan maaf dan kabar bahwa pacarnya hendak menikah dengan laki laki lain..
itu saja ceritanya…takut sohib saya baca dan langsung bunuh saya..
Malam itu saat sohib saya selesai curhat….saya biarkan dia menangis…tentu saja saya tetap melarang dia untuk pelan – pelan takut mengganggu tetangga.
Saya tidak menggap sohib saya cengeng atau bahkan banci hanya karena menangis kehilangan ceweknya saya malah bangga ketika sohib saya menangis diotaknya ada banyak pemikiran untuk introspeksi diri bukan sekedar menyesali.
Setelah menangis sohib saya berkata kepada saya bahwa dia iklas melepas ceweknya…saya mempertanyakan kenapa lantas mengiklaskan dengan simpel dia menjawab….
“ mungkin dengan menikah dengan cowok lain,  cewek gwe akan lebih bahagia dibanding harus dengan gwe …”
Saya kaget…tindakan yang sangat dewasa…karena apa..?
Karena sohib sadar bahwa tidak semua hal bisa dipaksakan sesuai keinginan dia.
Esuk hari sebulan kemudian sohib saya menikah dan bahagia dengan pasangan barunya…
Saya turut senang melihat mereka berdua bahagia..sohib saya tak henti tersenyum dan istrinya pun enggan merapatkan bibirnya…pastinya saya mengucapkan selamat sambil berbisik kepada sohib saya..
“ jika kemari elo paksakan diri dan paksa mantan elo untuk menikah apa elo yakin dia akan bahagia seperti istri loe sekarang..???”
Dia hanya tersenyum dan membalas bisikan saya..
“ Terima kasih kawan…elo tidak menganggap gwe banci hanya karena menangis malam itu..”
hahahaahah….sohib saya lelaki yang hebat..

Posted from WordPress for BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s